Minggu, 29 September 2013

Engagement

Engagement

Menumbuhkan rasa percaya diri dan bangga memang tidak semudah apa yang kita kira

Untuk menumbuhkan semuanya itu kita harus bangun dulu dari diri kita sebagai panutan maupun contoh, karena banyak orang hanya pandai mengatakan tapi tidak mencontohkan. Dan akhirnya hanya menjadi bahan cemoohan, bisa dibayangkan kalau mereka tidak mau mendengarkan apa yang kita katakan. Mau dibawa kemana team kerja kita sebagai salah satu pasukan yang memang patut di "bangga"kan.

Dan "katakan apa yang kita lakukan dan lakukan apa yang kita katakan" jadi jangan hanya sekedar slogan, jangan bersikap munafik karena ini akan menjadi senjata atau alat untuk membalikkan kalau kita tidak sesuai dengan apa yang dikerjakan atau lakukan. Untuk itu diperlukan sikap "kepemimpinan" yang benar dan baik, karena bila sebagai pemimpin sudah memiliki "sikap" atau "attitude", dan itu dibuktikan dengan kerja cerdas, memiliki ukuran yang pas, dan bahkan menjadi "tolok ukur" saya yakin siapapun yang ada didalam "team" kerja kita akan melakukan hal yang sama, dan terjadilah duplikasi sikap dan teladan serta kepemimpinan dalam kelompok kerjanya.

Untuk menguji "teori" itu anda bisa mencoba dan memulai, karena tanpa pernah mencoba anda tidak akan pernah melihat hasilnya. Karena itu setiap yang kita lakukan kita harus mencoba melihat diri sendiri, 

Rasa "engagement" terhadap perusahaan memang tidak bisa muncul dengan instant atau tiba-tiba, karena itu semua memang ada prosesnya, karena banyak orang hanya melihat hasilnya tapi tidak mau mempelajari bagaimana "prosesnya" agar membangun pola pikir mereka agar mereka "sukses". Dan yang namanya sukses dan kesuksesan bukan merupakan milik kita sendiri, justru merupakan milik kita bersama dengan cara bagaimana mereka melakukan yang sama dengan kita tentunya.
Janganlah kita menciptakan "mereka" hanya menjadi "follower" mereka harus kita ciptakan menjadi "leader", dan untuk menjadi leader kita harus membangun "lead" atau sikapnya terhadap apa yang menjadi tanggung jawabnya.
Karena seorang "leader" tidak lagi bekerja secara teknisnya (bukan lagi masanya), tetapi membangun kekuatan "manajerial"nya, agar mereka bisa dan harus duduk bareng secara bersama berbicara bagaimana "membangun" dan "mengembangkan" kekuatan bisnis tentunya

Itu saja menurut saya.....
Mudah bukan......
Bagaimana menurut anda......

Tidak ada komentar: