Tahukah teman, beberapa masalah yang dihadapi oleh pelaku usaha UMKM
Dan juga kenapa beberapa pengusaha UMKM, tidak bisa berkembang usahanya, dan serta kendala apa yang menyertai kegiatan mereka...?
Disini akan dibahas beberapa kendala yang ada
Beberapa permasalahan pokok Usaha Mikro, Kecil dan Menengah
Modal
Modal biasanya berkaitan dengan dana, apalagi bagi mereka pelaku usaha yang baru memulai usaha
Tapi itu tidak sepenuhnya benar, karena kalau kita perhatikan ada beberapa jenis usaha tidak dimulai dengan modal yang banyak apalagi besar.
Beberapa usaha, sebenarnya tidak perlu memerlukan modal atau dana besar, seperti agen atau bandar pemulung atau pengepul barang bekas terutama plastik, tembaga, besi, atau menjual pulsa secara online, hanya seberapa yakin mereka mau melakukan kerjasama itu saja.
Tapi untuk saat ini, salah Bank terbesar di Indonesia telah banyak membantu para pelaku usaha UMKM dalam hal pendanaan dengan persyaratan mudah dengan bunga yang murah. Karena itu anda dapat menghubungi beberapa Kantor Cabang Mikro di daerah anda, atau Micro Business Unit
Teknology
Permasalahan lainnya adalah Tekhnology Informasi
Masih banyak para pelaku usaha UMKM, yang belum "melek" teknologi dan ini mengakibatkan mereka tidak cepat maju apalagi berkembang, disinilah salah satu tugas mulia kita semua, untuk membantu mereka.
Permasalahan pokok yang dihadapi oleh UMKM adalah rendahnya kualitas
teknologi yang menyebabkan produktivitas dan kualitas produk UMKM juga
menjadi rendah. Rendahnya kualitas produk UMKM menyebabkan kami sulit
memasarkan produk ke pasar bebas,sehingga kami harus terus terikat pada
pembeli tradisional yaitu kelompok pemilik modal. Terbukti dalam memasarkan beberapa jenis usaha kalau mereka tidak memiliki pembeli atau pelanggan maka usaha lambat untuk maju apalagi berkembang.
Beberapa jenis usaha diperlukan penjualan secara online, dan ini memang terbukti mereka jauh lebih cepat untuk maju dan berkembang usahanya.Pemasaran
Permasalahan lainnya adalah bidang pemasaran, yaitu bagaimana mereka yang telah memiliki produk melakukan penjualan, dan memasarkannya produk-produknya, karena untuk urusan produk tidak lagi memikirkan "bagaimana" memasarkannya, dan ini sudah ada yang menanganinya.
Mereka hanya membuat dan tidak perlu mencari siapa pembelinya, kemana menjualnya, dan berapa besar keuntungannya, karena seharusnya mereka sudah menetapkan harga standard sesuai dengan OHC yang telah dikeluarkan tentunya.
Sekedar saran saja, kalau kita memang ingin membina para pelaku usaha apalagi usaha yang berkaitan dengan produk home industry, jangan lagi para produsen memikirkan pemasarannya, karena menurut saya para "marketer" lah yang memikirkan pemasarannya, biarkan mereka fokus dengan produksinya dan juga meningkatkan mutu produksinya, sehingga mereka bisa melakukan pekerjaan yang jauh lebih baik dari waktu sebelumnya.
Ini sangat penting, karena percuma saja mereka membuat produk tapi tidak ada yang membeli, maka hasil akhir adalah rugi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar